Retailer Fashion Forever 21 Dikabarkan Akan Usikan Bangkrut

Komitmen Ramah Lingkungan, H&M Kini Menyediakan Layanan Sewa Baju di Toko

Los Angeles – Industri retail tampaknya harus bekerja lebih keras lagi semoga dapat tetap bertahan di kurun serba digital kini ini. Forever 21 menjadi retailer terakhir yang disinyalir akan tumbang menghadapi persaingan fashion high-street alasannya yaitu serbuan e-commerce dan toko belanja online.

Seperti dilaporkan Bloomberg, retailer asal Amerika Serikat, itu sedang mempertimbangkan rencana untuk mengajukan status bangkrut. Dikatakan bahwa Forever 21 Inc. sedang berkemas-kemas menghadapi kebangkrutan jawaban penjualan yang terus merosot.

Awalnya Forever 21 berusaha mencari pendanaan tambahan untuk membantu restrukturisasi utang perusahaan. Namun perundingan dengan sejumlah investor yang dirasa potensial sejauh ini masih terhenti.


Oleh alasannya yaitu itu Forever 21 dikabarkan akan mengajukan permohonan Perlindungan Pailit Chapter 11. Artinya kalau mengajukan status bangkrut, maka diperlukan dapat membantu menyelamatkan perusahaan dengan menutup toko-toko yang tidak memberi laba signifikan dan merekapitalisasi bisnis.

Sebelumnya sejumlah retailer besar juga telah mengajukan permohonan pailit. Beberapa di antaranya Payless Shoe Store, Topshop AS, Barneys New York, Nine West dan Sonia Rykiel.


Forever 21 sendiri merupakan retailer fashion high-street yang didirikan pada 16 April 1984 di Los Angeles, Amerika Serikat, oleh Do Wong Chang dan Jin Sook Chang. Selama 35 tahun beroperasi, Forever 21 telah membuka toko di 700 cabang yang tersebar di Amerika, Asia, Timur Tengah dan Inggris.

Retailer ini terkenal alasannya yaitu dikenal dengan koleksi busana yang selalu up to date namun harganya terjangkau. Selain baju, merk ini juga menjual aksesori, produk kecantikan dan pelengkap rumah tangga.

Simak Video “PETA Minta Forever 21 Tolak Produksi Baju Bulu Kambing
[Gambas:Video 20detik]