Scarf Ini Dibentuk Khusus Untuk Bantu Jutaan Murid Di Indonesia

Pertama di Indonesia, Ada Vending Machine untuk Hijab

Jakarta – Pioneer e-commerce busana muslim Indonesia, HIJUP berkolaborasi dengan gerakan Semua Murid Semua Guru (SMSG) merilis scarf spesial. Bukan scarf biasa, secarik kain bercorak ini dibentuk untuk membantu pendidikan di pelosok kawasan Indonesia.

Inisiasi ini merupakan bab dari gerakan #KirimBudi. Semua Murid Semua Guru (SMSG) yang merupakan wardah alternatif pengembangan pendidikan di Indonesia membagikan Flashdisk Budi yang berisi ratusan video belajar.

Konten video berguru dibentuk ‘kekinian’ bekerja sama dengan konten kreator mulai dari Koharo TV, Hutan Tanda Tanya, Ayo Mikir, sampai selebriti ibarat Andien Aisyah, Tatjana Saphira, dan Glen Fredly. Pembagian flashdisk sudah diluncurkan pada 2 Mei 2018. Video didistribusikan ke 1420 sekolah di banyak sekali wilayah Indonesia. Akan ada 2.320 guru dan 1.422.530 siswa yang akan terpapar sekaligus berguru dari video tersebut.

Scarf Ini Dibuat Khusus untuk Bantu Jutaan Murid di IndonesiaPenyerahan secara simbolis scarf untuk aktivitas #KirimBudi. Foto: Silmia Putri/Wolipop

“Anak-anak itu bahagia sekali menyambut flashdisk ini. Mereka menunggu-nunggu, dan menonton bersama. Pembelajaran melalui video ibarat ini menciptakan mereka lebih tertarik. Tak hanya murid, para guru juga ikut berguru menciptakan konten pembelajaran menarik melalui video ini,” tutur Najeela Shihab yang merupakan inisiator gerakan #KirimBudi pada aktivitas media gathering di Kolega Jakarta Selatan, Kamis (29/11/2018).

HIJUP mengambil bab dalam gerakan ini dengan merilis scarf bertema #SemuaMuridSemuaGuru. Satu scarf yang terjual sama dengan satu flashdisk yang akan disumbangkan untuk gerakan #KirimBudi.

Satu helai hijab segi empat itu dibandrol Rp 199.000. Menyesuaikan tren yang ada, scarf dibentuk dari materi voile. Pemilihan warna biru dongker didasarkan pada psikologi warna yang dinilai dapat merangsang pemikiran jernih.

Scarf Ini Dibuat Khusus untuk Bantu Jutaan Murid di IndonesiaCorak scarf untuk gerakan #KirimBudi. Foto: Silmia Putri/Wolipop

Corak yang digunakan juga cukup unik dan berbeda dari scarf di pasaran. Ada nuansa sekolah yang tercermin dari corak ‘tambah kurang’, gambar tas, kursi, sampai sentuhan motif etnik.

Tak hanya itu, CEO HIJUP Diajeng Lestari dan CTO (Chief of Technology) HIJUP Pahlevi Aulia ikut membagikan ilmu perihal profesi di di video yang disebar. Ada pula salah satu tenant HIJUP, ialah desainer Jenahara yang juga menceritakan profesi desainer dalam video tersebut.

Selain HIJUP, gerakan #KirimBudi juga bekerja sama dengan JNE selaku jasa pengiriman antar kota di Indonesia. Harapannya, aktivitas ini dapat terus berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.