Selamat Hari Ibu, Berikut 3 Penyakit Yang Rentan Diidap Kaum Ibu

Hari ibu. Foto: istock Hari ibu. Foto: istock

JakartaHari Ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember di Indonesia. Dalam perjalanannya ternyata ada penyakit-penyakit yang rentan diidap oleh kaum ibu.

Memperingati hari ibu, praktisi kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Ari Fahrial Syam menyebut terdapat 3 penyakit yang pasiennya didominasi oleh kaum perempuan. Ia berharap dengan mengetahui penyakit tersebut, perempuan lebih peka dan sanggup menjaga kesehatannya.

“Agar para ibu lebih peduli terhadap kesehatannya di tengah kesibukanya bekerja sekaligus menjadi ibu rumah tangga,” katanya kepada detikcom, Minggu (22/12/2019).

1. Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab janjkematian terbesar bagi wanita. Data Global Cancer Observatory 2018 dari World Health Organization (WHO) mengatakan kasus kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia yakni kanker payudara.

“Para perempuan harus selalu ingat bahwa mereka berisiko untuk mengalami benjolan di payudaranya, perempuan memiliki resiko 100 kali memiliki kanker payudara dibandingkan pria,” tulis dr Ari.

Berdasarkan informasi dari RS Kanker Dharmais, kebanyakan kasus kanker payudara yang tiba ke rumah sakit sudah terlambat. Diperkirakan 30 persen kanker payudara sudah menyebar ke organ lain dan 30 persen lainnya tiba dengan kondisi lanjut.

Semakin lanjut kanker payudara yang tiba semakin jelek prognosis dan pembiayaan pengobatan yang harus dikeluarkan juga bertambah besar.

“Oleh sebab itu bagi seluruh ibu apalagi dengan resiko tinggi harus selalu ingat biar secara rutin menyelidiki sendiri apakah ada benjolan di payudaranya. Jika mencicipi ada benjolan sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan benjolan yang terjadi tersebut atau SADANIS (pemeriksaan payudara klinis),” jelasnya.

2. Systemic Lupus Eritematosus (SLE)

Penyakit autoimun ini dialami 9 kali lebih banyak pada perempuan dibandingkan pria. Penyakit ini terjadi pada perempuan muda usia produktif.

Rambut rontok, gangguan pada kulit terutama wajah berupa merah-merah kulit menyerupai kupu-kupu dan akan bertambah merah bila terpapar sinar matahari, nyeri-nyeri pada sendi dan otot, demam yang tidak terlalu tinggi serta sariawan berulang yakni tanda-tanda dari penyakit ini.

Diterangkan dr Ari, SLE sanggup mengakibatkan banyak sekali gangguan organ badan antara lain kelainan darah, gangguan ginjal, gangguan jantung dan pembuluh darah, gangguan paru, gangguan pada organ-organ pencernaan menyerupai usus, lambung dan liver, gangguan pada sistem saraf sentra serta gangguan pada mata.

“Mengingat komplikasi yang multiorgan deteksi dini penyakit ini juga menjadi penting biar komplikasi yang sanggup melibatkan banyak organ sanggup dicegah,” ucapnya.

3. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Laporan bencana pada perempuan rata-rata 2-3 kali lebih banyak dibandingkan pria. Walau beberapa kepustakaan menyebutkan tidak ada perbedaan yang signifikan angka bencana IBS pada kaum laki-laki maupun wanita.

“Banyak pasien yang tiba ke dokter dengan perut kembung kadang disertai nyeri perut dan diare.Terutama sehabis makan kuliner tertentu misal terlalu berlemak atau terlalu pedas,” sebutnya.

Meski tak hingga mengancam jiwa, penyakit ini tentu akan mengurangi kualitas hidup seseorang. keluhan sanggup timbul setiap ketika atau setiap waktu yang biasanya dicetuskan oleh kuliner tertentu atau faktor stres.

“Pada sebagian perempuan keluhan IBS tercetus ketika menstruasi dan ketika kehamilan. Penanganan pasien ini biasanya dengan menghindari kuliner tertentu menyerupai kuliner yang berlemak,makanan terlalu merangsang menyerupai kuliner yang pedas, kopi, minuman yang bersoda,” pungkasnya.

Simak Video “Payudara Prostetik untuk Pengidap Kanker Payudara
[Gambas:Video 20detik]