Seperti Ini Perayaan Idul Fitri Di Aneka Macam Negara Selain Indonesia

Sambut Lebaran, Grand City Mall Surabaya Hadirkan Wahana Ice Skating

Jakarta – Umat Muslim di banyak sekali negara merayakan Idul Fitri, Rabu (5/6/2019). Beda negara, beda pula tradisi yang dilakukan untuk menyambut datangnya Hari Kemenangan sesudah satu bulan berpuasa.

Sebagai negara yang penduduknya dominan Muslim, Hari Idul Fitri jadi salah satu perayaan penting di Indonesia. Setelah salat Ied, biasanya umat Muslim akan kembali ke rumah dan saling bermaaf-maafan dengan sanak saudara.

Opor ayam, ketupat sayur, rendang, semur serta tape ketan merupakan beberapa masakan khas orang Indonesia ketika Idul Fitri. Lantas menyerupai apa para Muslim di negara lainnya merayakan Hari Idul Fitri?

1. Uni Emirat Arab (UEA)

Burj  Khalifa di DubaiBurj Khalifa di Dubai, UEA. (Foto: Dok. Getty Images)

Hari pertama Idul Fitri biasanya khusus dirayakan bersama sanak keluarga di Uni Emirat Arab. Setelah salat Ied, seluruh keluarga akan berkumpul di rumah salah satu tetua untuk makan siang bersama. Makanan khas Idul Fitri di UEA di antaranya Harees (bubur gandum utuh dan daging) dan Balaleet (bihun dengan omelet atau telur goreng).

2. India

Seperti Ini Perayaan Idul Fitri di Berbagai Negara Selain IndonesiaTaj Mahal di India. (Foto: iStock)


Seperti dikutip dari Eton Institute, para perempuan muslim di India akan mempersiapkan perayaan Hari Idul Fitri dengan melukis tangan mereka menggunakan henna, beberapa hari sebelumnya. Memakai henna, baju bagus, pelengkap dan gelang warna-warni biasa dilakukan muslimah untuk menyambut Lebaran. Selain merias diri, rumah-rumah juga biasanya akan dihias dengan dekorasi meriah dan masakan khas menyerupai mutton biryani atau sheer khurma dihidangkan.

3. Turki

Masjid Hagia Sophia di TurkiMasjid Hagia Sophia di Istanbul, Turki. (Foto: Rois Jajeli/detikTravel)

Di Turki, Hari Raya Idul Fitri dikenal dengan sebutan Ramazan Bayrami, yang artinya Festival Ramadhan. Ada pula yang menamainya Seker Bayrami atau Festival Manisan. Rakyat Turki yang merayakan Idul Fitri umumnya akan mengenakan baju gres dan saling memberi salam dengan ucapan ‘Semoga Idul Fitri kita diberkati’.

Hari Raya Idul Fitri di Turki diselebrasi dengan saling mengunjungi dan menghabiskan waktu bersama kerabat dekat, terutama anggota keluarga yang sudah sepuh. Makanan khas Turki ketika Idulfitri ialah Baklava dan Turkish Delights.

4. Maroko

Seperti Ini Perayaan Idul Fitri di Berbagai Negara Selain IndonesiaMasjid Hassan II di Maroko. (Foto: Ist.)


Muslim Maroko akan pergi ke masjid bersahabat rumah untuk salat Ied dan dilanjutkan dengan kumpul-kumpul bersama keluarga. Para laki-laki biasanya menggunakan baju khas menyerupai kaftan yang dinamakan djellaba dan sepatu tradisional Maroko. Sementara perempuan menggunakan gaun kaftan.

Makanan mengambil tugas penting dalam perayaan Idul Fitri di Maroko. Beberapa hari sebelumnya, para perempuan sudah melaksanakan banyak sekali persiapan dengan menciptakan camilan manis dan roti. Makanan khas mereka ialah Msemen (sejenis roti tipis berlapis) dan Baghrir (crepes) yang disantap ketika sarapan bersama teh mint. Ada pula Laasida, sejenis pudding dari beras ketan berisi couscous, butter, madu dan bumbu rempah.

5. Mesir

Masjid Ibn Tulun di Kairo, Mesir.Masjid Ibn Tulun di Kairo, Mesir. (Foto: iStock)

Seperti dilansir NDTV Food, Hari Idul Fitri di Mesir dirayakan selama empat hari berturut-turut. Berbeda dari negara-negara Asia, di mana sebagian besar masakan khas Idulfitri ialah daging dan ayam, ikan lebih terkenal di Mesir. Makanan khas lainnya ialah Fata, adonan dari beras, daging, bawang dan cuka yang dimasak bersama.

6. Arab Saudi

Seperti Ini Perayaan Idul Fitri di Berbagai Negara Selain IndonesiaMasjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi. (Foto: iStock)

Orang Arab Saudi akan menggelar karpet di depan rumah mereka, duduk dan membuatkan masakan dengan tetangga dan masyarakat lainnya. Makanan khas Idul Fitri di Arab Saudi ialah Debyazah, sejenis dessert terbuat dari almond, pistachio, kacang pinus dan bermacam buah kering. Biasanya Debyazah dibentuk tiga hari sebelum Lebaran.