Setelah Hijab Anti Air, Restu Anggraini Rilis Busana Anti Minyak Dan Tanah

Si.Se.Sa Rilis Busana Syari untuk Liburan, Diklaim Pertama di Indonesia

Jakarta – Tak banyak desainer Indonesia yang konsisten melaksanakan penemuan teknologi kain, khususnya desainer busana muslim. Restu Anggraini menjadi salah satu desainer yang menggabungkan science dengan fashion dengen sanksi yang total.

Pada Jakarta Fashion Week 2019, desainer berbadan mungil itu merilis hijab anti-air yang diklaim kondusif dan nyaman digunakan berwudhu. Cipratan air biasanya cukup mengganggu penampilan, apalagi muslimah yang kerap berwudhu setiap harinya.

Produk tersebut mendapat sambutan meriah baik dari pelanggan maupun aneka macam media lokal. Namun, seakan tak gampang puas, Restu Anggraini kembali menghadirkan teknologi gres berjulukan Biosheld di panggung Senayan City Fashion Nation, Rabu (20/03/2019) di Senayan City, Jakarta.


Setelah Hijab Anti Air, Restu Anggraini Rilis Busana Anti Minyak dan TanahFoto: Silmia Putri/Wolipop



Hari itu, ia berkolaborasi dengan Dewi Melky merilis koleksi bertajuk Meraki. Gaya Etu, sapaan dekat Restu Anggraini yang cenderung maskulin ditantang untuk menyatu dengan Dewi Melky yang colorful.

“Ini jadi kerja sama dua gaya ya. Gaya Dewi lebih colorful, warna-warna Restu Anggraini biasanya lebih mute. Di koleksi ini saya ngeluarin teknologi fabric yang gres yakni kain anti air, anti minyak, dan anti tanah. Makara jika kena minyak atau tanah, cukup dilap aja pribadi bersih. Nggak meresap hingga ke dalam,” tutur Restu Anggraini di program Press Conference Senayan City Fashion Nation, Rabu (20/03/2019) di Senayan City, Jakarta.

Ide ini tiba dari pengalaman pribadinya sendiri. Seringkali baju kita terkena noda sebab kopi atau makanan berminyak. Etu pun menggali permasalahan itu menjadi penemuan gres berbusana.

Etu meracik formula di laboratorium khusus bersama rekannya. Kerja kerasnya berbuah hasil yang manis. Teknologi barunya itu ia beri nama Tech-Shirt dan Climatech khusus untuk produk bottom.

“Jadi, selain kainnya anti air, oil, dan soil, ada juga mempunyai teknologi Climatech untuk produk bottom yang punya kemampuan untuk mengatur kenyamanan dalam cuaca ekstrim. Makara jika di luar panas, tetap terasa adem. Kalau di luar cuek juga bisa lebih hangat,” jelas Etu.

Setelah Hijab Anti Air, Restu Anggraini Rilis Busana Anti Minyak dan TanahFoto: Silmia Putri/Wolipop


Kain yang unik tersebut lalu diinjeksikan dalam potongan-potongan busana yang unik. Cutting drop shoulder, oversized, terlihat begitu modern dan playful sesuai dengan gaya Dewi Melky.

Etu juga mencoba keluar dari zona nyaman dengan bermain printted pattern dengan warna-warna yang terang. Koleksinya terasa berenergi dengan teknologi kain yang sulit dilawan.

Kabar baiknya, Etu menyimpan koleksi ini di bawah label RA. Hal ini berarti harganya dibentuk affordable, yakni berkisar Rp 200.000 – Rp 500.000 saja. Menarik?