Suket Teki, Angsa Low Rider Napi Nusakambangan

Foto: Arbi AnugrahFoto: Arbi Anugrah

Cilacap – Para narapidana di Lapas Permisan, Pulau Nusakambangan, Cilacap ternyata jago-jago juga dalam bidang modifikasi motor. Tergabung dalam bengkel modifikasi yang diberi nama Seket Teki Nusakambangan Kustom atau disingkat STNK mereka menghasilkan karya yang ciamik.

Hingga dikala ini, tim STNK yang gres bangkit sekitar empat bulan lalu, sudah menghasilkan sebanyak 4 unit motor kustom yang dijual sesuai dengan pesanan. Tiga motor sudah diambil pemiliknya, sementara satu unit masih berada di Lapas Permisan menunggu diambil pemiliknya.

“Untuk hingga dikala ini kita sudah menghasilkan 4 motor, yang tiga sudah diambil sama pemiliknya dan masih ada satu di sini dan masih ada beberapa materi yang akan kita kerjakan. Untuk pesanan kustom ini kita menurut pesanan, kayak salah satu motor yang ada di sini itu pesanan dari grup Sarinah Jakarta,” ujar Mukti Ali (47), salah satu narapidana lapas Permisan, Nusakambangan dikala berbincang dengan wartawan beberapa waktu lalu.

Pada motor belibis low rider pesanannya tersebut beliau konsep sangat berbeda dari motor kustom pada umumnya, dengan jarak bebas dari tanah hanya sekitar 3 cm, serta memakai ban 450 dengan ring 17 inci. Motor belibis ber-cc 70 itu juga dibentuk menjadi 100 cc dengan banyak corak painting sebuah rumput rumput atau dalam bahasa Jawanya yaitu suket teki.

Bahkan pada kepingan epilog mesinnya pun diukir dengan bentuk rumput dan semuanya itu ternyata mengandung makna tersendiri bagi sobat sahabat yang tergabung di STNK. Motor belibis low rider berwarna merah tersebut beliau anggap sebagai icon Nusakambangan.

“Kita gambarkan disini kenapa suket teki, sebab suket teki kan semacam rumput liar lah, walaupun sudah dibunuh masih bisa untuk tumbuh. Kemudian untuk motor ini dibikin ceper, dibikin rendah menyerupai nasib warga binaan yang selalu direndahkan oleh masyarakat. Lalu dengan CC kecil dan ban besar itu menggambarkan perjalanan kehidupan kita yang kecil tapi punya beban berat tetapi tetap berusaha untuk maju,” ungkapnya.

Suket Teki, Bebek Low Rider Napi NusakambanganFoto: Arbi Anugrah

Untuk harga motor kustom buatan para narapidana ini pun disebut Mukti masih standar, menyerupai layaknya motor motor modifikasi lainnya di luar penjara. Harganya kisaran Rp 15-20 juta tergantung materi material yang digunakan.

Namun demikian, semangat menyalurkan kagiatan para napi di lapas tersebut patut diacungi jempol. Meskipun harus memodifikasi kendaraan kustom dengan peralatan seadanya. Bahkan untuk mendapat materi baku motor pun harus dititipkan pada salah satu petugas lapas yang keluar dari Nusakambangan.

Suket Teki, Bebek Low Rider Napi NusakambanganFoto: Arbi Anugrah

“Nah itulah hambatan kita bergotong-royong (peralatan), jikalau dengan kemampuan sobat sahabat yang ada di sini mungkin untuk satu motor satu ahad kita sudah bisa selesaikan. Kendala lainnya di bahan-bahan, kita pencarian materi bahan masih nunggu dari luar, nunggu bapak bapak yang pas piket turun ke bawah. Makara kita di sini sifatnya memesan yang kita butuhkan, terus mengerjakan, biasanya jikalau ada belanjaan masuk sehari eksklusif tamat kita pasang,” jelasnya.

Simak Video “Motor Custom Made in Napi Nusakambangan
[Gambas:Video 20detik]