Telkomsel Terjun Jadi Publisher Game

Foto: Angga Laraspati/detikcomFoto: Angga Laraspati/detikcom

Jakarta – Tak mau sekadar jadi operator seluler, Telkomsel terjun sebagai publisher game. ShellFire dan Lord of Estera menjadi game pertama yang mereka edarkan.

GM Games and Apps Division Telkomsel Auliya Ilman Fadli menjelaskan, bila pihaknya hanya fokus pada bandwidth dan koneksi, maka tidak banyak laba yang didapat. Sebab, yang mendapati laba lebih pada developer dan publisher.

“Margin pendapatan kami semakin tergerus, lantaran banyak kompetitor, harga data juga semakin rendah. Kami melihat game ada potensi lain,” kata Auliya ketika ditemui usai peluncuran game Lord of Estra di Telkomsel Smart Office, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Dibandingkan streaming video, layanan game memang tidak memberi laba banyak, lantaran penggunaan data kecil. Paling besar hanya ketika mendownload game, setelahnya ketika dimainkan dalam satu jam kuota terpakai hanya 20-30 MB.

Itu sebabnya, Telkomsel mengambil potensi lain sebagai publisher yang memperlihatkan laba lebih. Pasalnya, ketika game tersebut diedarkan pihak publisher menerima margin 60%, sisanya dibagi payment gateway dan distributor.

“Kenapa publisher persentasenya besar? Karena mereka effortnya juga besar. Publisher harus mikirin pemasaran sampai membentuk komunitasnya,” terang Auliya.

Setelah menjadi publisher, Telkomsel akan makin gencar merilis game. Tahun ini, selain Lord of Estera akan ada satu judul lagi yang akan dirilis.

Di 2020 mereka akan berlari kencang. Enam judul game bakal mereka lempar ke pasaran.

“Tahun kemudian kami masih mencar ilmu jadi publisher. Tahun depan minimal enam judul dirilis, 25-30% game lokal,” terang Auliya.

Telkomsel Terjun Kaprikornus Publisher GameGM Games and Apps Division Telkomsel Auliya Ilman Fadli. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Potensi Besar

Telkomsel mulai nyemplung di industri game dengan menghadirkan Dunia Games yang awalnya ialah portal komunitas.

Seiring berjalannya waktu, mereka mulai menjual voucher game. Lalu mereka terjun menjadi peyelenggara event eSport dan terakhir publisher game.

“Kami akan memperkuat empat pilar bisnis itu. Kami berusaha membawa Dunia Games ke pasar lebih luas, ASEAN dan internasional,’ kata Aulia.

Sangat percaya diri memang tapi cukup dimaklumi melihat adanya potensi yang begitu besar di industri game itu sendiri. Menurut situs NewZoo, ada ada 90-100 juta orang yang bermain game, ini artinya, hampir separuh populasi Indonesia.

Telkomsel ketika ini punya 168 juta pelanggan. Sebanyak 60 juta aktif bermain game, baik casual maupun hard. Dan setiap tahunnya ada kenaikan 10%.

“Kami memproyeksikan tahun depan sanggup menambah 77 juta orang lagi. Game-game dari luar banyak tiba ke Indonesia dan melaksanakan promosi. Pelanggan yang sebelumnya nggak main jadi ikutan,” beber Auliya.

Dunia Games sendiri, ketika ini sudah punya 9 juta pengakses tiap bulannya. Menariknya, sebanyak 1 juta pengakses berasal dari luar negeri.

“Itu potensi yang perlu kami garap,” pungkas laki-laki berkacamata itu.

Simak Video “Ini Alasan Telkomsel Kaprikornus Publisher Game
[Gambas:Video 20detik]