Tren Hijab 2018, Warna Pastel Masih Jadi Favorit Hijabers

Foto: Gaya Hijab Pashmina Simpel Tanpa Jarum Pentul

Jakarta – Sejak tahun 2010, tren hijab lebih disorot dari tahun-tahun sebelumnya. Gebrakan Hijabers Community yang dipimpin oleh beberapa desainer muslim mirip Dian Pelangi dan Jenahara berhasil menciptakan fesyen hijab lebih dilihat, bahkan lebih digemari.

Sejak dikala itu, gaya hijab juga semakin beragam. Tren mulai tiba dan pergi, mirip tren hijab tumpuk, hijab instan, hijab pelangi, sampai kembali pada gaya hijab segi empat. Banyak desainer yang semakin berkembang dan berinovasi. Banyak pula merk lokal yang semakin unjuk gigi.

Di perjalanan tersebut, ada banyak adaptasi yang dilakukan oleh pegiat bisnis hijab baik dari segi kreatifitas, inovasi, maupun taktik dagang. Namun, meski tren berubah-ubah, beberapa desainer dan lokal merk tetap mempertahankan DNA produknya.

Di antara mereka, ada juga yang beruntung mendapat pelanggan setia yang dapat dibilang jadi fans fanatik produk-produknya. Mereka tak segan mengantri atau bangkit pagi demi mendapat hijab atau busana harapan mereka.

Dari sekian banyak merek, salah satu desainer muslim yang paling menonjol ialah Ria Miranda. Setiap mengeluarkan koleksi baru, para pelanggan setia sudah siap menyerbu tokonya. Bahkan salah satu pelanggan menganggap koleksi Ria Miranda mirip investasi, alasannya harganya dapat meningkat saking lakunya.

Tren Hijab 2018, Warna Pastel Masih Kaprikornus Favorit HijabersFoto: Mohammad Abduh/Wolipop

Diakui Hanna Faridl, CEO HIJUP bahwa produk Ria Miranda jadi tenant dengan penjualan terlaris di e-commerce hijab tersebut. Koleksi Ria Miranda bersama Blibli bulan ampunan kemudian pun eksklusif habis terjual dalam waktu 30 menit, padahal jumlahnya ada 4500 potong dan dibandrol dengan harga Rp 1.000.000 – Rp 3.000.000.

Selain desainer, merk lokal hijab yang paling terkenal ialah Vanilla Hijab. Produk hijab polosnya saja dapat terjual sampai 13 ribu – 14 ribu potong. Ia dapat menjual 4 ribu potong kerudung dalam semalam saja.

Brand lokal lainnya, Hijab Princess juga punya kesuksesan yang sama. Dalam peluncuran scarf motif pertamanya di tahun 2016, Hijab Princess berhasil menjual 5000 potong scarf dalam waktu yang singkat.

Tren Hijab 2018, Warna Pastel Masih Kaprikornus Favorit HijabersFoto: Instagram

Melihat keberhasilan para pengusaha ini ada satu benang merah yang sama. Mereka sama-sama mengedepankan warna pastel, mirip dusty pink, faded purple, dan khaki. Selain permainan warna, mood feminin juga lebih disukai. Contohnya saja busana berpotongan loose dengan kain satin atau kain sifon yang flowy. Aksen ruffle atau lengan lonceng juga makin disukai para hijabers.

Beberapa selebrgam hijab yang terkenal mirip Hamidah Rachmayanti, Mega Iskanti, dan Ayu Indriati juga sering menggunakan warna-warna lembut. Tampilan feminin dan gilry sepertinya lebih disukai perempuan berhijab. Hal ini dapat jadi alasannya selaras dengan aliran Al Alquran yang melarang perempuan untuk tampil mirip laki-laki, begitupun sebaliknya.