Tujuan Tim Esport Bersama-Sama Bisnis Atau Pengembangan Bakat?

Jakarta – Belakangan ini tim eSport profesional semakin menjamur di Indonesia. Bahkan beberapa di antaranya berhasil mencatatkan prestasi yang membanggakan.

Dari kompetisi eSport yang berhasil dijuarai, tim-tim ini berhasil meraup pendapatan dari prize pool yang tidak sedikit dan mendapat sponsor dari perusahaan bergengsi.


Tapi, bahwasanya apa fungsi yang diemban oleh tim eSport? Sebagai tempat pengembangan talenta gamer atau bisnis? Pro player Yurino ‘Donkey’ Putra dari tim Evos pun memberikan pendapatnya.

“Menurutku mereka nggak munafik ya, niscaya mengincar bisnis. Tapi itu kadang simbiosis mutualisme lah,” kata Donkey dikala ditemui di kediamannya di daerah Menteng, Jakarta Pusat beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya kekerabatan tim eSport dengan pemain haruslah saling menguntungkan. Tim yang memenuhi kebutuhan pemain serta mendorong mereka untuk membesarkan nama dan kemampuannya niscaya akan memberi efek konkret kepada tim dari segi bisnis.

Pro player Mobile Legends pemegang role Tank ini pun mencontohkan praktek yang dilakukan oleh tim tempatnya bernaung dikala ini, Evos Esports. Ia menyampaikan Evos tidak membatasi pemain untuk berkembang dan membiarkan mereka menciptakan channel YouTube untuk streaming dan menciptakan konten.


Tim yang menahan dan membatasi pergerakan pemainnya justru berdasarkan Donkey akan menciptakan pemainnya tidak betah dan tidak semangat.

“Di Evos, player itu bikin YouTube dibiarin dan mereka nggak ngambil dari hasil kita, jadi kita dibiarin besar. Mereka niscaya mikir bila kita besar, mereka ikut untung kok,” ujar Donkey.

“Ngapain mereka menahan kita, malah nanti pemainnya nggak semangat. Makara beliau membiarkan player ikut besar dan sebagai bonusnya Evos juga jadi besar,” pungkasnya.

Tujuan Tim eSport Sebenarnya Bisnis atau Pengembangan Bakat?

Simak Video “Saksikan dHappening Intimate Session bersama Evos Donkey
[Gambas:Video 20detik]