Uniknya Gaya Hijab Cadar Khas Dompu, Ntb, Pakai Sarung Sekujur Tubuh

Pertama di Indonesia, Ada Vending Machine untuk Hijab

Jakarta – Selama ini hijab cadar identik dengan budaya Arab. Ternyata, Indonesia juga mempunyai busana tradisional bercadar. Busana unik tersebut ditemukan oleh tim detiktravel di Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Pakaian budbahasa tersebut diyakini telah ada semenjak 5000 tahun yang lalu. Awalnya, Rimpu Tembe hanya terdiri dari satu buah sarung yang dililit dari kepala sampai kaki. Namun seiring waktu, sekarang Rimpu Tempe terdiri dari dua bagian, yaitu sarung epilog kepala sampai pinggang dan sarung epilog kaki.

Sarung khas Bima yang digunakan berjulukan Tembe Ngoli. Kain sarung tersebut ditenun menggunakan perwarna alam. Benang kapas atau kafa mpida dipintal sendiri menggunakan teknik tenun khas Bima yang dinamakan Muna.

Warna-warnanya cukup terang, menyerupai magenta, ungu, hijau, oranye, sampai biru dongker. Motif khas Tembe Ngoli yaitu stripes atau garis. Ada pula motif sarung kotak-kotak menyerupai motif tartan. Di beberapa daerah, banyak perempuan yang menggunakan perhiasan ketika mengenakan Rimpu Tempe menyerupai bros di bab atas kepala.

Hijab bercadar tak digunakan oleh setiap perempuan di Dempu. Hanya mereka yang belum menikah atau masih perawan yang harus menggunakan Rimpu tembe sampai menutupi wajahnya. Pemakaian perhiasan sesuai dengan status ijab kabul memang lazim di ditemukan di banyak sekali aturan budbahasa di Indonesia.

Rimpu tembe mempunyai dua jenis penggunaan. Pertama, penggunaan sarung seluruh badan tapi masih mengatakan wajah atau disebut Rimpu Colo. Penggunaan ini berlaku bagi perempuan yang sudah menikah atau pernah menikah.

Kedua, penggunaan sarung menutupi seluruh badan sampai wajah. Hanya bab mata saja yang dibiarkan terbuka. Penggunaan sarung sebagai hijab cadar ini disebut Rimpu Mpida.

Seiring perkembangan zaman, pemakaian Rimpu tembe semakin berkurang. Namun, tradisi ini masih sanggup ditemui di kawasan pedalaman Dompu, menyerupai Desa Saneo Woja, Desa Rangga Pajo, dan Desa Hu’u.

Penggunaan Rimpu Tembe pertanda perpaduan budaya Indonesia dengan syariat Islam di Dompu, Nusa Tenggara Barat berjalan serasi semenjak dulu. Tak hanya wanita, para laki-laki di Dompu juga kerap menggunakan kopiah berwarna hitam.

Simak Juga ‘Tips Pakai Hijab Syar’i Bagi Pemula’:

[Gambas:Video 20detik]