Wajah Spektakuler Rinaldy A. Yunardi Tutup Jakarta Fashion Week 2019

Komentar Menohok Karlie Kloss Soal Alasan Pembatalan Show Victorias Secret

Jakarta

Rinaldy A. Yunardi menutup Jakarta Fashion Week 2019 dengan suguhan spektakuler. Ditunjuk sebagai ‘ksatria fashion’ di puncak program Dewi Fashion Knights, desainer yang erat disapa Yungyung ini memamerkan koleksi tambahan dengan desain ekstravaganza.

Mengambil tema The Faces, laki-laki yang karyanya pernah dinikmati Lady Gaga sampai Madonna ini menampilkan banyak sekali tambahan mirip headpiece, kalung, sampai topeng bergaya avant garde kaya detail. Penampilan para model makin dramatis dengan kostum hitam berbahan tulle yang makin menonjolkan keindahan tambahan rancangannya.

'Wajah' Spektakuler Rinaldy A. Yunardi Tutup Jakarta Fashion Week 2019Foto: Mohammad Abduh/Wolipop

Sebagai gong di simpulan peragaan, sang model berjalan mengenakan topeng merah, lengkap dengan shoulder piece dan kalung aksen fringe yang menjuntai sampai pinggang. Ditambah aksen sayap berukuran besar menciptakan karyanya menjadikan decak kagum dari para undangan.

“Karya ini saya tujukan untuk wanita. Menceritakan abjad perempuan dari banyak sekali tingkatan. Dalam karya ini saya membawa misi kebersamaan yang faktual untuk kebaikan,” terang Yungyung sesaat sebelum fashion show di Fashion Tent, Senayan City, Jakarta Selatan, Jumat (26/10/2018) malam.

Berbagi panggung dengan Rinaldy A. Yunardi, tiga desainer terpilih lainnya yang dinobatkan sebagai ‘ksatria fashion’ yakni Chitra Subyakto lewat label Sejauh Mata Memandang, Tommy Ambiyo Tedji yang dikenal dengan brand tambahan Byo dan duo desainer Sean & Sheila. Masing-masing menampilkan 15 rancangan terbaru yang tak kalah memukau ditampilkan di puncak program hajatan fashion terbesar se-Asia Tenggara itu.

'Wajah' Spektakuler Rinaldy A. Yunardi Tutup Jakarta Fashion Week 2019Foto: Mohammad Abduh/Wolipop

Sejauh Mata Memandang membuka peragaan dengan koleksi batik yang, lagi-lagi, hadir dalam motif-motif gres nan unik. Terinspirasi dari dongeng rakyat Timun Mas, Chitra Subyakto menampilkan motif batik dengan bentuk ibarat biji ketimun sampai butiran garam.

“Setiap tahunnya Sejauh memang menciptakan motif khusus baru. Kali ini terinspirasi dari Timun Mas yaitu dongeng anak yang berusaha lari dari Buto Ijo. Di dongeng itu ia kan bawa empat jenis benda. Biji ketimun, cabai, garam dan terasi. Makara motifnya terinspirasi dari situ,” tutur Chitra.

Dongeng Timun Mas yang berasal dari Jawa Tengah juga mengilhami siluet busana 15 rancangannya. Busana hadir dalam siluet kebaya yang dipadu kain, ada pula bentuk bolero dan outerwear dalam warna-warna atraktif mirip kuning, hitam, merah dan biru. Sentuhan tempat Sumatra juga dihadirkan dalam siluet baju bodo. Semua material merupakan kain batik yang dilakukan dengan pengerjaan tangan. Baik tulis maupun cap.

'Wajah' Spektakuler Rinaldy A. Yunardi Tutup Jakarta Fashion Week 2019Foto: Mohammad Abduh/Wolipop

Peragaan dilanjutkan dengan koleksi dari Byo. Brand besutan Tommy Ambiyo Tedjo ini hadir dengan teknik gres dalam penciptaan aksesori, khususnya tas. Karyanya kali ini kental nuansa futuristik dan sci-fi. Dengan aksentuasi pada gaya athleisure yang cenderung sporty. Tapi siapa sangka jikalau inspirasinya justru tiba dari songket khas Sumatera.

“Ini sebuah eksplorasi terbaru. Saya kan keturunan Palembang jadi kali ini saya angkat inspirasi dari situ. Mengadaptasi teknik penyambungan kain songket tapi ditampilkan dengan konsep science fiction,” ujar Tommy.

Ksatria selanjutnya yakni duo desainer Sean Loh dan Sheila Agatha, yang karyanya sudah cukup sering tampil di kancah internasional. Rancangannya terinspirasi dari isu lingkungan, yakni konsumerisme dan polusi. Adapun sosok istimewa yang mengilhami mereka, fotografer Chris Jordan yang kerap mengedepankan isu lingkungan dalam karya-karya fotonya.

Dewi Fashion Knights tahun ini mengusung tema Heroes yang diinterpretasikan secara berbeda oleh masing-masing desainer terpilih di atas. Bagi Yungyung, sosok satria yakni seorang dengan banyak sekali profesinya. Chitra pun mendedikasikan karyanya untuk wanita, di mana perempuan dapat menjadi satria untuk dirinya sendiri, mirip hal nya Timun Mas yang berusaha lari dari kejaran Buto Ijo. Tommy pun mengambil sosok satria dari seorang wanita, yakni sang ibu. Sementara Sean Sheila memberi tribut pada Chris Jordan sebagai satria lingkungan.

“Tema ini dipilih sebagai reaksi kami terhadap kebanyakan informasi jelek yang terjadi di sekitar. Kita butuh satria yang dapat menciptakan hidup lebih senang lagi,” ucap Margie Untoro, editor in chief Dewi Magazine.

Tonton juga video ‘Ngobrol Asyik di JFW X Japan Fashion Week’:

[Gambas:Video 20detik]