Wanita Ini Jualan Darah Demi Dapat Belanja Baju Rp 8,6 Juta Sebulan

15 Orang Donor Darah dari Magelang Terima Penghargaan dari Presiden

Utah – Carisa Barker ialah seorang shopaholic yang mendapat kesenangan batin dengan berbelanja. Namun ia tidak ingin hobi belanjanya itu jadi beban dan membuatnya harus bekerja keras.

Wanita berusia 20 tahun ini pun mencari cara untuk mendapat uang suplemen dengan cepat dan ‘mudah’. Salah satu caranya, mendonorkan plasma darahnya dengan imbalan uang USD 20 sampai USD 50 (RP 287 ribu – Rp 700 ribuan).

Setiap dua kali seminggu, Carisa pergi ke klinik untuk mendonorkan plasmah darahnya. Dari ‘jualan’ darah, ia dapat menghasilkan Rp 4 jutaan per bulan dan dalam setahun mengumpulkan sampai Rp 48 jutaan.

Wanita Ini 'Jualan' Darah Demi Bisa Belanja Baju Rp 8,6 Juta SebulanFoto: Instagram/@carisa_barker


“Itu hanya sedikit uang suplemen yang dapat saya gunakan tanpa harus bekerja terlalu keras,” kata Carisa, menyerupai dikutip dari Metro.co.uk.

Wanita asal Lake City, Utah, ini menyampaikan ia tertarik mendonorkan plasma darah sehabis diajak salah satu temannya. Sekali mencoba, Carisa ‘ketagihan’ jadi lebih sering melakukannya.

“Perlu waktu 1,5 jam setiap kali datang. Kondisiku diperiksa untuk memastikan tubuhku sehat di hari itu, dan tidak ada tato atau tindikan. Lalu mereka menganalisa dan mengusut tekanan darah serta temperatur,” terang Carisa.

Uang hasil donor plasma digunakannya untuk memuaskan hasrat belanja. Sebab sebagai shopaholic, Carisa dapat pergi ke mal tiga kali seminggu dan menghabiskan sekitar Rp 8,6 juta sebulan untuk membeli pakaian, sepatu dan produk kecantikan.

Wanita Ini 'Jualan' Darah Demi Bisa Belanja Baju Rp 8,6 Juta SebulanFoto: Instagram/@carisa_barker


“Aku seorang shopaholic dan dapat belanja setiap hari kalau saya mau. Aku biasanya ke mal tiga atau empat kali seminggu. Baju dan sepatu ialah barang terfavorit yang saya beli. Aku juga suka produk-produk kecantikan,” tuturnya.

Carisa melanjutkan, “Kalau ada sesuatu yang kusukai atau ada diskon dan penawaran bagus, saya akan eksklusif membelinya. Aku merasa berkuasa bila saya punya uang yang cukup untuk beli barang.”

Namun Carisa menegaskan kalau tujuannya donor plasma darah bukan untuk hobi belanja semata. Mengetahui darahnya dimanfaatkan untuk pengobatan bagi orang yang mempunyai penyakit langka juga memberinya kebahagiaan.

“Rasanya senang dapat membantu orang lain. Aku berencana untuk terus berdonasi,” ujar Carissa, yang menjaga makan dengan konsumsi banyak protein dan minum air putih supaya fisiknya selalu dalam kondisi prima untuk berdonasi.

Di Amerika Serikat, pendonor darah biasanya tidak meminta bayaran bila ingin menyumbangkan darahnya. Namun khusus untuk plasma darah, palang merah di Negeri Paman Sam itu memperlihatkan imbalan bagi siapapun yang bersedia menjadi donor.

Plasma merupakan cairan berwarna kekuningan yang tersisa sehabis sel-sel darah merah dan putih dipisahkan. Cairan ini mengandung air, garam, protein dan enzim yang biasanya dipakai untuk pengobatan pasien yang menderita luka bakar, syok, stress berat dan banyak sekali penyakit langka menyerupai immunodefisiensi dan hemofilia.

Apakah kau akan melaksanakan hal yang sama menyerupai Carisa Barker, demi dapat bebas berbelanja barang yang disukai?