Waspada! Risiko Kesehatan Di Balik Alat Pengering Tangan Di Toilet

Suka Menaruh Tisu di Dudukan Toilet Umum? Ini Risiko Kesehatannya

Jakarta – Mengeringkan tangan dengan alat pengering sesudah mencuci tangan sekarang sudah menjadi kebiasaan nyaris sebagian besar orang yang ke toilet. Tahukah kau ternyata ada risiko kesehatan yang mengintai dari kebiasaan itu?

Berdasarkan penelitian, pengering tangan sanggup mengembangkan sekaligus menyimpan bakteri. Hasil penelitian juga mengatakan terdapat banyak sekali jenis basil pada alat pengering tangan, di antaranya ada patogen dan spora potensial. Bakteri-bakteri tersebut sanggup berpindah dan tersimpan pada tangan yang terpapar pengering tangan. Berikut ini fakta-fakta mengenai risiko kesehatan dari menggunakan alat pengering tangan sesudah mencuci tangan dari toilet:

1. Pengering Tangan Bisa Menyebarkan Beberapa Jenis Kuman

Pengering tangan menjadi sangat terkenal lantaran fasilitas penggunaannya serta pernyataan eco-friendly pada produknya. Tapi ternyata menggunakan pengering tangan sanggup mengembangkan bakteri. Berdasarkan penelitian di University of Connecticut dan Quinnipiac University, benda yang dibiarkan selama dua menit dengan pengering tangan mempunyai sekitar satu koloni bakteri. Sedangkan bila pengering tangan tersebut dinyalakan selama 30 detik maka sanggup menghasilkan 18-60 koloni kuman.

Dari riset yang dilakukan lebih lanjut, bakteri-bakteri yang melekat di alat pengering tangan ini tiba dari mesin penyejuk dan penyaring udara di toilet. Dan pada toilet ditemukan juga basil dari sepatu, kulit dan tinja. Bakteri pada kulit banyak ditemukan pada permukaan yang biasa tersentuh oleh tangan, menyerupai gagang pintu. Sedangkan basil pada sepatu biasanya ditemukan di lantai dan basil tinja ditemukan pada gagang pembilasan dan dingklik toilet.

2. Tutup Closet Sebelum Menyiramnya

Membuka tutup closet ketika menyiramnya sama saja dengan membantu penyebaran basil dalam toilet. Karena ketika menyiram toilet sesaat sesudah digunakan, kotoran atau udara dari kotoran dan basil urin disebarkan ke dalam ruangan. Jika tidak menutupnya, maka kuman sanggup melekat di tas, pakaian, dan menutupi permukaan sekitar ruangan, termasuk pada pengering tangan.

Sejumlah penelitian mengatakan bahwa terdapat kontaminasi basil pada tempat duduk closet, tutup closet, lantai dan sekitarnya jawaban udara ketika menyiram toilet. Bakteri-bakteri tersebut mengandung konsentrasi patogen yang sangat tinggi, menyerupai shigella, salmonella, norovirus dari tinja dan norovirus dari muntah. Banyak patogen, termasuk Shigella, E coli, C difficile, SARS (severe acute respiratory syndrome), dan norovirus sanggup bertahan hidup di permukaan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

3. Seberapa Berbahayakah Pengering Tangan?

Walau pengering tangan terbukti sanggup mengembangkan kuman, ternyata sebagian besar mikroba-mikroba yang ditemukan pada alat tersebut tidaklah berbahaya. MIkroba-mikroba tersebut tidak akan menimbulkan penyakit malah dalam beberapa masalah sanggup untuk kekebalan tubuh. Namun hal ini tentunya tidak berlaku untuk semua orang. Kamu yang mempunyai sistem imun rendah atau gres sembuh dari sakit harus ekstra hati-hati dalam menjaga kebersihan sesudah dari toilet.

Selain itu menggunakan alat pengering tangan di tempat rumah sakit juga bukan ilham yang tepat. Berdasarkan penelitian, toilet-toilet pada rumah sakit biasanya tidak mempunyai tutup, hal ini dimaksudkan biar tidak ada pengendapan basil pada tutup closet. Oleh alasannya ialah itu toilet bersama pada rumah sakit sanggup menimbulkan sarana kontaminasi dan dengan demikian menularkan bakteri. Tak jarang pula pasien yang seharusnya menggunakan toilet khusus pada akibatnya lebih menentukan menggunakan toilet bersama.

4. Gunakan Tisu untuk Mengeringkan Tangan

Penularan basil ketika mengeringkan tangan menggunakan alat pengering tangan sanggup dikurangi dengan menggantinya menggunakan tisu atau handuk kain yang kau sanggup bawa sendiri dari rumah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Patrick DR, air yang tersisa pada tangan akan lebih efisien bila dikeringkan menggunakan handuk kain. Setelah mengeringkan tangan dengan handuk selama 10 detik, sisa air pada tangan berkurang sampai 4%. Dan pengeringan selama 15 detik akan mengurangi residu menjadi 1%. Namun bila menggunakan alat pengering tangan maka akan membutuhkan waktu yang lebih usang untuk mengurangi sisa air sampai 3%, yaitu sekitar 45 detik.

Simak Video “Ramai Video Tisu Toilet Marks & Spencer Berlafadz Allah
[Gambas:Video 20detik]